URGENSI MEMAKMURKAN MASJID | Saturday, 22 October 2016

Berikut Petikan wawancara koresponren Pusat Zakat Umat (PZU) dengan Bidgar Komunikasi Dakwah PP Persis-Nurmawan, S.Ag

 

Mohon penjelasan mengenai anjuran memakmurkan Masjid ?

Memakmurkan masjid itu sudah sangat jelas baik dalam ayat maupun hadits. Memakmurkan masjid pun merupakan suatu kewajiban, bahkan dalam al quran di setarakan dengan orang-orang yang beriman kepada Alloh, hari akhir, orang yang mendirikan sholat dan yang membayar zakat. Hal ini menunjukan bahwa kita selaku muslim apapun status dan pekerjaannya, memakmurkan masjid itu menjadi kewajiban bagi umat muslim. Didalam surat At taubah ayat 18 dijelaskan bahwa kewajiban atau nilai bagi orang-orang yang memakmurkan masjid itu sangat luar biasa di hadapan Alloh. Adapun hadits-hadits yang berkaitan dengan memakmurkan masjid, tentunya sudah kita tau, yaitu ketika Rasululloh SAW melewati sebuah masjid, disana beliau melihat seorang perempuan tua. Kemudian pada waktu yang lain, beliau kembali melewati masjid tersebut, beliau tidak melihat perempuan tua yang sering dilihat di masjid itu. Maka beliau langsung bertanya kepada orang yang berada disana, "kemanakah perempuan tua yang biasa ada di masjid ini ?", mereka menjawab : "perempuan tua itu sudah meninggal." Kemudian Nabi pun mengunjungi makam perempuan tua tersebut, mendoakan dan beliau pun sholat. Hal ini menandakan bahwa betapa besarnya penghargaan Alloh dan Rosul Nya bagi orang-orang yang memakmurkan masjid.

 

Mengenai Masjid, adakah tata cara atau kriteria-kriteria khusus sehingga sebuah masjid itu dapat dikatakan masjid yang makmur ?

Seperti yang telah kita tahu, sejarah masjid dari sejak zaman Nabi bahwa masjid itu tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah atau pun ritual semata. Tatapi masjid itu juga sudah digunakan sebagai tempat penyusunan strategi perang, tempat kesehatan bagi orang-orang yang mengalami luka dalam peperangan dan tempat pembinaan dan pengembangan umat. Jika kita lihat bahwa fungsi-fungsi dari masjid sangat luas sekali, tidak hanya sebagai tempat sholat saja, bahkan termasuk sebagai tempat perekonomian. Perekonomian ini diluar dari transaksi jual beli di dalam masjid karena sudah jelas dalil larangannya.  Maka dari itu untuk menunjang hal tersebut, PP Persis menyusun panduan pengelolaan masjid persis berkaitan dengan bagaiman cara memakmurkan masjid yang disusun dalam sebuan pedoman. Pedoman pertama dimulai dari aspek Idaroh yaitu aspek kelembagaan masjid, artinya yang berkaitan dengan legalitas tanah masjid tersebut harus jelas dan fungsi serta tujuan dari masjid tersebut harus jelas pula. Adapun yang kedua yaitu aspek Imaroh yang berkenaan dengan pemakmuran dan pendayagunaan masjid. Melaui aspek ini, masjid tidak akan digunakan hanya sebagai tempat ibadah saja tetapi dapat juga digunakan sebagai maslis ta'lim atau ta'did, tempat pembinaan anak-anak remaja atau tempat pengajian ibu-ibu. Termasuk juga di dalam aspek imaroh ini tentang pengelolaan jama'ah. Bagaimana supaya jama'ah dengan masjid itu betul-betul menyatu, sehingga berbagai kegiatan bahkan kegiatan ekonomi dapat dilaksanakan di dalam masjid. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran dalam upaya meningkatkan fungsi masjid sesuai dengan tujuan yang semestinya dimulai dari sekarang. Termasuk juga masjid yang berfungsi sebagai pemberdayaan keumatan dalam berbagai aspek. Kalau masjid itu tidak dirasakan sebagai tempat ibadah semata, maka in syaa Alloh akan membentuk suatu jama'ah yang solid. Jadi kehadiran masjid itu betul-betul dirasakan (lahir dan batin). Secara batinnya jelas bahwa masjid sebagai tempat penghubung antara kita dengan Alloh dan sebagai tempat ibadah, juga secara lahirnya jelas dimana hubungan-hubungan sosial terjalin melalui berbagai kegiatan yang di bangun di dalam masjid.

Aspek yang ketiga yaitu aspek ri'ayah yaitu aspek yang berkaitan dengan pemeliharaan masjid supaya dapat tertata dengan rapi, dimana masjid tersebut terdapat nuansa arsitektur, kebersihan terjaga dan dari aspek penataan ruangan. Tidak hanya pedoman mengenai pemeliharaan ruangan masjid tetapi juga akan diadakan pelatihan-pelatihan seperti TOT (training of trainer) bagi qoyim-qoyim masjid, diutamakan kepada bidgar dakwah yang ada di PD dan PW.

Selain itu juga, kami akan mensosialisasikan fiqih masjid yaitu fiqih disekitar masjid, yang berkenaan dengan sejarah masjid, fungsi masjid, hal-hal yang boleh dilakukan di dalam masjid, hal-hal yang tidak boleh dilakukan didalam masjid dan mengenai hukum-hukum yang berkaitan dengan aktivitas di dalam masjid. Jadi panduan 3 aspek ini, yaitu aspek mengenai pengelolaan Masjid Persis, pengelolaan keuangan dan masalah fiqihnya. Jika hal ini dapat dipahami dan diimplementasikan dengan baik oleh umat muslim khususnya jama'ah Persis, maka masjid bisa dijadikan sebagai bagian dari fundamental kejam'iyyahan yang sangat strategis dalam mewujudkan harapan dan cita-cita kita yaitu menjadikan masyarakat yang berlandaskan quran sunnah dengan pondasi masjid sebagai basis pembinaan umat.

 

In syaa Alloh di bulan Agustus-Desember ini, PZU mempunyai program masjid bangkit. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa salah satu memfungsikan kembali masjid di tataran ekonomi, maka PZU berencana mencari mustahiq yang berada di lingkungan masjid sekitar 10 orang, kemudian diberikan pelatihan mengenai kewirausahaan dan diberikan modal dengan syarat harus oleh orang yang selalu berjama'ah di masjid. Bagaimana tanggapan ustadz mengenai program masjid bangkit ini ?

Program masjid bangkit ini tentu saja sangat bersinergi dengan program kita juga. Dalam program kemasjidan ini, dapat memberikan suatu arahan tentang upaya menjadikan masjid sebagai bagian dari mencerdaskan umat dan memberdayakan umat. Sedangkan PZU yang lebih spesifik mengurus masalah zakat bisa mendaya gunakan zakat itu bagi jama'ah-jama'ah yang mebutuhkan bantuan sehingga dapat memberikan efek juga kepada kemakmuran masjid. Menjadi jama'ah yang tetap, jama'ah yang solid dan menjadi jama'ah yang rajin ke masjid dan secara bersaaman keberadaan ia di masjid itu secara kehidupan ada peningkatan. Kalau sudah cara seperti ini, tentu saja akan membuat masjid itu lebih makmur. Oleh karena itu, program Masjid Bangkit ini merupakan salah satu program yang akan disinergikan antara program kemasjidan dan PZU itu sendiri. Dimana melalui program kemasjidan memberikan peluang, arahan dan pola pengelolaan masjid dan melalui PZU lebih fokus kepada masalah ekonomi jama'ah yang ada dilingkungan masjid. jadi tanggapan saya sangat positif dan bagus sekali.

 

Untuk menggulirkan program ini pasti membutuhkan dukungan dari jama'ah baik secara meteri maupun non materi, terkhusus dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan mebutuhkan dana yang besar. Mungkin ustadz bisa mengajak kepada masyarakat khususnya masyarakat persis dan umumnya kepada umat islam !

Saat ini masjid untuk dilingkungan persis saja sudah ribuan jumlahnya, tetapi yang terpenting adalah pegelolaannya. Jangan sampai qoyyim itu tugasnya hanya sekedar menjadwal khotib tetapi juga ada bidang-bidangnya, seperti yang telah disebutkan. Dengan begitu, maka akan ada banyak orang yang bertanggungjawab dalam memakmurkan masjid. Oleh karena itu yang harus ditanamkan dari mulai sekarang adalah kesadaran mengenai fungsi masjid secara konperhensif yang diperlukan sosialisasi. Oleh karena itu saya menghimbau kepada jama'ah persis khususnya dan umat islam pada umumnya, supaya mulai menjadikan masjid berfungsi yang tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sebagai tempat membangun kekuatan ekonomi, sosial, kesehatan bahkan kekuatan militer juga dibangun dalam masjid. Jika kesadaran tersebut sudah muncul, in syaa Alloh masjid akan lebih makmur, jama'ahnya tidak hanya satu baris atau dua baris tetapi barisannya banyak, karena dirasakan fungsi lahir dan batinnya dalam masjid tersebut, sehingga menjadikan fungsi masjid sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW. 

 

Comments

belum ada komentar

Leave a Comment

  • Nama
  • Mail   
  • Komentar