URGENSI MEMAKMURKAN MASJID II | Saturday, 22 October 2016

Berikut Petikan wawancara koresponren Pusat Zakat Umat (PZU) dengan Sekretasir Umum (Sekum) PP Persis -H. Haris Muslim, Lc., MA

Mohon penjelasan mengenai anjuran memakmurkan masjid !

Sesungguhnya masjid itu di bangun atas ketaqwaan dan sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid itu adalah orang-orang yang beriman. Ini merupakan satu anjuran dari Alloh kepada kita umat islam untuk senantiasa menjadikan masjid sebagai central kegiatan keislaman. Bahkan jika kita lihat pada zaman Rosululloh SAW, Rosul tidak menjadikan masjid sebagai tempat sholat saja, tetapi segala permasalahan umat itu segala berawal dari masjid.

Ketika Nabi tiba di Madinah, yang pertama kali dilakukan oleh Nabi diantaranya adalah membangun masjid, karena melalui masjid inilah bisa dikatakan peradaban islam itu dimulai. Dan ketika ada masjid yang diniatkan untuk menghambat pergerakan dakwah, masjid itu langsung dihancurkan oleh Nabi, yang terkenal dengan masjid Dhiro'.

Mengenai Masjid, adakah tata cara atau kriteria-kriteria khusus sehingga sebuah masjid itu dapat dikatakan masjid yang makmur ?

Makmur disini itu artinya bagaimana masjid itu memerankan fungsinya. Tentu yang pertama adalah masjid itu digunakan sebagai sarana ibadah. Misalnya, tidak mungkin kita mengatakan masjid itu makmur kalau tidak ada orang yang sholat didalamnya atau tidak mungkin masjid dikatakan makmur ketika seorang muadzin, yang adzan dia, yang qomat dia, juga yang sholat dia.

Kemudian kenapa masjid itu disebut jami'. Jami itu artinya mengumpulkan, maksudnya tempat berkumpul ketika sholat. Masjid jami' juga disebut sebagai masjid yang bisa dipakai sholat jum'at. Tetapi justru kalau masjid itu digunakan hanya untuk sholat jum'at saja, tidak ada satu masjid pun yang kalau sholat jum'at tidak penuh. Selain daripada itu, justru bagaimana masjid ini digunakan untuk sholat setiap waktu, dengan jama'ah yang tidak sedikit, itu yang pertama. Yang kedua bukan hanya digunakan untuk sholat, tetapi masjid juga digunakan untuk kajian keilmuwan. Kalau dulu nama dari universitas Al-Azhar itu bukan Jaami'atul Azhar tapi Jaami'ul Azhar. Sebelum menjadi universitas, Al-Azhar ini adalah sebuah Masjid yang bernama Jaami'ul Azhar. Karena di masjid itu ada ta'lim ada halaqoh-halaqoh, semua halaqoh itu berdasarkan syaikhnya bahkan berdasarkan madzhab. Ini sebetulnya dalam sejarah islam sudah dibuktikan bagaimana masjid menampilkan perannya, yang tidak hanya sebagai tempat sholat saja tetapi sebagai pusat keilmuwan. Semakin kesini ternyata masjid tersebut juga digunakan sebagai pusat sosial kemasyarakatan. Karena disana banyak masjid-masjid yang salah satu programnya yaitu program sosial yang memberikan bantuan kepada fakir miskin, bahkan masjid-masjid yang ada di Mesir mempunyai klinik dan rumah sakit. Artinya masjid itu memfungsikan dirinya bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai central kegiatan umat. Jika Masjid sudah seperti ini, maka sudah bisa dikatakan masjid yang makmur.

Jadi standar awal pertama adalah masjid ini di pakai ibadah atau tidak. Kemudian berkembang setelah itu adalah masjid itu dipakai sebagai tempat kajian keilmuwan dan masjid itu mempunyai peran penting ditengah masyarakat. Sehingga masjid itu bisa menjadi icon. Persis sebetulnya memiliki masjid-masjid yang iconic contohnya masjid pajagalan yang sampai sekarang menjadi icon masjid persis dan begitu juga dengan masjid viaduct. Tentu masjid-masjid itu tidak akan manjadi icon yang dikenal oleh masyarakat, jika masjid itu tidak memfungsikan dirinya sebagai central kegiatan masyarakat disamping tempat ibadah.

In syaa Alloh di bulan Agustus-desember ini, PZU mempunyai program masjid bangkit. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa salah satu memfungsikan kembali masjid di tataran ekonomi, maka PZU berencana mencari mustahiq yang berada di lingkungan masjid sekitar 10 orang, kemudian diberikan pelatihan mengenai kewirausahaan dan diberikan modal dengan syarat harus oleh orang yang selalu berjama'ah di masjid. Bagaimana tanggapan ustadz mengenai program masjid bangkit ini ?

Saya menilai program ini sangat strategis. Bahkan melalui program Masjid Bangkit ini, membuktikan bahwa kebangkitan umat berawal dari masjid. Masjid itu bisa menjadi salah satu indikator antusias masyarakat yang ada disekitar masjid. Jika dalam suatu daerah terdapat masjid, tetapi masyarakatnya jauh dari masjid atau masjid tersebut tidak terurus, ini menunjukan bahwa masyarakat yang ada disekitar masjid ini tidak bangkit dalam artian terpuruk. Maka program masjid bangkit ini saya nilai strategis.

Pertama, melalui program Masjid Bangkit ini, mulai meningkat semangat dalam menjalankan ibadah di dalam Masjid. Kemudian fungsi masjid yang universal itu difungsikan, kerena kebangkitan dari masjid tidak hanya kebangkitan dari ibadah mahdhohnya saja, tetapi juga ibadah yang lainnya juga, seperti ibadah sosialnya. Jangan sampai orang memandang bahwa ahli masjid itu adalah orang yang diam saja di masjid, tetapi justru ahli masjid itu adalah mereka yang bisa bangkit baik bangkit secara spiritualnya dan juga bangkit secara sosial.

 

Untuk menggulirkan program ini pasti membutuhkan dukungan dari jama'ah baik secara meteri maupun non materi, terkhusus dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan mebutuhkan dana yang besar. Mungkin ustadz bisa mengajak kepada masyarakat khususnya masyarakat persis dan umumnya kepada umat islam !

Saya mendukung kepada program PZU ini dan menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama kepada keluarga besar jamiyyah Persatuan Islam untuk mendukung program PZU ini, baik dukungan moril terutama dukungan materil. Agar program ini sukses, bukan hanya sukses secara program saja tetapi bagaiman program ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sehingga sedikit demi sedikit PZU secara khusus dan Persis secara umum dapat ikut andil dalam kebangkitan umat yang dimulai dari masjid. 

 

Comments

belum ada komentar

Leave a Comment

  • Nama
  • Mail   
  • Komentar