RABI YAHUDI DAN MENTERI ISRAEL SERUKAN BUNUH WARGA PALESTINA admin | Tuesday, 25 July 2017

PALESTINA TERJAJAH, Ahad (Shehab News Agency | Ma'an News Agency | PIC): Rabi Yahudi 'Israel', Yitzak Yosep, menyerukan pemukim ilegal Yahudi agar membunuh pelaku aksi bela Masjidil Aqsha yang menargetkan permukiman ilegal Yahudi. "Siapapun yang datang untuk membunuh Yahudi, wajib baginya tidak kembali hidup-hidup."

Senada dengan Yosep, Menteri Pendidikan 'Israel' Naftali Bennett Ahad (23/7) pagi menyerukan warga 'Israel' agar segera mengaplikasikan pembunuhan terhadap pelaku aksi tanpa harus merujuk pada hukum yang berlaku. Pernyataan ini muncul sesudah terjadi aksi tikam yang dilakukan oleh Umar Al-'Abd di permukiman ilegal Yahudi Halamish di pusat Tepi Barat terjajah, yang menewaskan tiga pemukim ilegal Yahudi.

Seperti diketahui, Umar Al-'Abd menyelinap masuk ke permukiman ilegal Yahudi Halamish pada Jum'at (21/7) malam dan melakukan aksi penikaman yang menewaskan tiga pemukim ilegal Yahudi dan melukai seorang lainnya. Aksi tikam ini adalah bagian dari aksi pembelaan atas penutupan Masjidil Aqsha dan pembunuhan tiga pemuda terbaik Palestina. Semangat perlawanannya tersulut usai menyaksikan apa terjadi pada Muhammad Abu Ghanam - salah satu dari tiga pemuda terbaik Palestina yang gugur dalam aksi bela Masjidil Aqsha saat dilarikan ke RS Maqashid.

Foto: Shehab News Agency

Foto: Shehab News Agency

Usai melakukan aksinya, Umar ditembak tetangga si pemukim ilegal Yahudi yang merupakan serdadu Zionis. Kabarnya, Umar menderita luka ringan. Media 'Israel' menyebut Umar berasal dari kampung Kobar di bagian utara Ramallah.

Dua jam sebelum melakukan aksi penikaman, Umar sempat menuliskan pesan di akun Facebook miliknya. Tulisannya itu berisi pesan penting bagi generasi muda Islam saat ini. Ia menulis, "Saya seorang pemuda yang belum genap berusia 20 tahun. Saya memiliki mimpi dan cita-cita yang tinggi. Saya merindukan hidup yang mengukir senyum pada wajah setiap orang, namun saya tidak bisa tinggal diam saat Masjidil Aqsha dinistakan, perempuan-perempuan, serta pemuda-pemuda kami dibunuhi. Wahai kalian yang hanya bisa menyimpan senjata hingga berkarat, kalian tidak menggunakannya kecuali jika ada kepentingan, apa kalian tidak malu dengan diri kalian? Sungguh kalian telah menabuh genderang perang kepada Allah dan Rasul-Nya. Masjidil Aqsha dinistakan, apakah kalian kira Allah tidak akan meminta pertanggungjawaban dari kalian?"

Umar menujukan pesan tersebut kepada kekuatan-kekuatan ummat yang memiliki senjata, namun hanya menggunakannya jika ada kepentingan saja.

"Saya hanya memiliki sebilah pisau, namun saya akan menjawab jeritan Masjidil Aqsha. Adapun kalian, sungguh sangat memalukan. Kalian hanya sibuk menyalakan fitnah di antara kalian. Sungguh Allah akan menuntut kalian. Kelak kalian akan dihisab dan ditanyai," lanjutnya.

Ia juga mengecam penjajah Zionis. "Jika kalian tidak segera membuka Masjidil Aqsha, saya yakin akan muncul setelah saya generasi yang akan menempeleng kalian dengan tangan besi, camkan itu!"

Umar berpesan kepada keluarganya, jika ia meninggal dunia ia ingin agar jenazahnya dibalut dengan bendera Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam, kepalanya diikat dengan ikat kepala Brigade al-Qassam (sayap militer Hamas), dan di dadanya diletakkan keffiyeh Abu Ammar (Yasser Arafat). Ia juga berpesan kepada rakyat Palestina: "Bersatulah kalian." * (Shehab News Agency | Ma'an News Agency | PIC | Sahabat Al-Aqsha/Dul)

 

 

 

 

DONASI ARRUHAMA

Comments

belum ada komentar

Leave a Comment

  • Nama
  • Mail   
  • Komentar