Silaturrahim terdiri dari dua kata “Silah” yang berarti menyambungkan, dan “Rahim” yang secara bahasa berarti kandungan yang ada pada perempuan. Adapun yang dimaksud di sini adalah persaudaraan dan kekerabatan yang terikat oleh rahim itu sendiri. Seperti saudara, sepupu, paman, bibi dan seterusnya yang masih ada pertalian nasab. Silaturahim artinya memelihara dan memperkuat hubungan baik antar keluarga dan kerabat.

Islam memerintahkan kita memelihara dan mejaga silaturahim, firman Allah SWT :

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ (النساء : 1).
”Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim” (QS An-Nisa : 1)

Nabi SAW bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ» رواه البخاري : 6138
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW beliau bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tamunya, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambungkanlah rahimnya (peliharalah silaturahim), dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka bicaralah yang baik atau diam” (H.r. Bukhari : No. 6138)

Silaturrahim akan mendatangkan banyak kebaikan, di antaranya memperluas rizki dan memperpanjang atsar (jejak kebaikan),

عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( من أحب أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أثره فليصل رحمه)) رواه البخاري 5986, مسلم 2557.
Dari Anas bin Malik ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang hendak diluaskan rizkinya, dan dipanjangkan jejak kebaikannya, maka sambungkanlah rahimnya” (H.r. Bukhari : No. 5986 dan Muslim : No. 2557)

Menyambungkan silaturahim bisa dengan berbagai cara, dengan memberikan perhatian, tolong menolong dan memberi bantuan, bahkan shadaqah terbaik adalah shadaqah kepada kerabat, Nabi bersabda : “Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua; pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan kekerabatan.” (HR. An Nasai, no. 2583; Tirmidzi no. 658; Ibnu Majah, no. 1844).

Ibnu Abi Jamrah mengatakan : “Silaturahim bisa dengan bantuan harta, tolong menolong, mencegah kemadharatan, wajah yang berseri, saling mendo’akan dan sebagainya, yang secara general bisa diartikan menyambungkan apa saja yang mungkin dari kebaikan, dan mencegah apa saja yang mungkin dari kejelekan sesuai dengan kemampuan”. (Fathul Bari : X/432).

Jika memelihara dan mejaga silaruturahim diperintahkan, maka memutus silaturahim dilarang, bahkan ancamannya tidak main-main. Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan masuk surga pemutus silaturahim” (H.r. Bukhari : no. 5984 dan Muslim : no. 2556).

Pantas saja ancamannya begitu berat, sebab memutus silaturahim sama dengan memutus hubungan dengan Allah SWT. Dalam hadis Qudsi Allah berfirman : “Aku lah Ar-Rahman dan aku mencipatakan rahim, dan memberinya nama dari pecahan namaKu, barang siapa yang menyambungkannya maka Allah akan menyambungkannya, barang siapa yang memutuskannya maka Aku akan putuskan ia” (H.r. Ahmad : 1681)

Ramadhan biasanya membuat kita ingin lebih dekat dengan keluarga, semoga bisa kita jadikan sebagai momentum untuk lebih memperkuat dan mempererat silaturahim.

Wassalam,
Dr. Haris Muslim, Lc., M.A.

Klik : catatanharismuslim.wordpress.com