Login

Register

Login

Register

KH Rahmat Najieb

 

Adab Shiyam

  1. Niyat sebelum fajar. Sabda Rasulullah Saw

مَنْ لمْ يْجمِعِ الصِّياَمَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلا صِيَامَ لهَُ

Siapa yang tidak membulatkan niatnya buat shiyam sebelum fajar, maka tidak sah shiyamnya. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ash-habus Sunan, dan dinyatakan sah oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

2. Makan sahur. Sabda Rasulullah Saw

تَسَحَّرُوْا فَِإنَّ فيِ السَّحُوْرِ برَكَةً

Bersahurlah, karena dalam sahur itu ada barokah (HR Ahmad, Albukhari, Muslim dan lainnya)

اَلسَّحُوْرُ بَرَكَةٌ، فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أنْيَجرَْعَ أحَدُكُمْ جَرْعَةَ مَاءٍ، فَِإنَّ اللهَ وَ مَلائَِكَتَهُ يصَلُّوْنَ عَلَى اْلمُتَسَحِّرِيْنَ

Bersahur itu berkah, maka jangan kamu tinggalkan, walau seseorang di antaramu itu akan minum seteguk air. Karena Allah akan memberi rahmat dan Malaikat-Nya akan mengucapkan salawat bagi orang-orang yang bersahur. (HR. Ahmad).

3. Menyegerakan ifthar (ta’jil) dan mengakhirkan sahur. Para sahabat Rasulullah Saw itu adalah orang-orang yang paling segera berbukanya, dan paling terlambat sahurnya. (diriwayatkan oleh Imam Albaihaqi dengan sanad yang sahih).

4. Ta’jil sebelum shalat maghrib

إِذَا قُدِّمَ العَشَاءُ فَاْبدَءُوا بِهِ قَبْلَ صَلاةََ المَغْرِبِ, وَلاَتُعَجِّلوُا عَنْ عَشَاِئكُمْ

Jika makanan malam telah dihidangkan, maka makanlah dulu sebelum shalat magrib, janganlah makan malammu itu diakhirkan (HR Albukhari Muslim).

Rasulullah Saw biasa ta’jil sebelum shalat maghrib dengan kurma hitam, jika tidak ada dengan kurma biasa, bila tidak ada hanya air. (HR Abu Dawud dan Attirmidzi)

5. Mengutamakan ifthar dengan kurma atau air. Sabda Rasulullah Saw

إِذَاأفْطَرَأ حَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ

Jika salah seorang di antaramu ifthar, maka iftharlah dengan kurma. (HR Attirmidzi dan Abu Dawud). Pada hadits lain disebutkan, sabda Rasulullah Saw, “Jika tidak ada kurma iftharlah dengan air, karena air itu pembersih” (HR Attirmidzi).

6. Berkata dan bertingkah sopan. Sabda Rasulullah Saw :

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ اْلأَ كْلِ وَالشُّرْبِ, إَِّنمَا الصِّيَامَ مِنَاللَّغْوِ, وَالرَّفَثِ, فَِإنَّ سَا بكَأحَدٌ,أوْجَهِلَ عَلَيْكَ, فَقُلْ:إِِنّي صَاِئمٌ إنّيِ صَاِئمٌ

Bukanlah shiyam itu dari makan-minum, tetapi shiyam itu adalah dari perkataan jorok danperbuatan yang tidak senonoh. Maka jika kau  dicaci orang atau diperbodohnya, hendaklah dijawab: “Saya sedang shiyam, saya sedang shiyam” (Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban juga oleh Alhakim yang menyatakannya sahih menurut syarat Muslim).

7. Tidak berdusta atau ghibah. Pada saat tidak shiyam juga dusta itu terlarang, tetapi pada bulan Ramadlan dusta itu dapat menghilangkan pahala shiyam. Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ فِيأنْيَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَاَبهُ

Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengerjakan perbuatan dusta itu, maka bagi Allah tidak perlu (memberi pahala) karena ia meninggalkan makan dan minumnya. (HR Aljama’ah).

Dari Shahabat Jabir ra berkata : “Jika kamu shiyam, maka telingamu, penglihatanmu, dan lidahmu harus shiyam juga dari kebohongan dan hal hal yang diharamkan serta menyakiti tetangga, dan hendaklah kamu dalam kondisi bersahaja dan tenang, dan janganlah hari shiyammu dan hari tidak shiyammu sama saja.” (R Ibnu Abi Syaibah)

8. Memberi makan untuk ifthar. Lebih-lebih saat kita tidak sedang shiyam. Sabda Rasulullah Saw,

مَنْ فَطَّرَ صَاِئمًا كُتِبَ لهَُ مِثْلُ أجْرِهِ

Siapa yang memberi ifthar kepada yang shiyam, ditetapkan baginya seperti pahalanya (shaaim). (HR Attirmidzi dan Ibnu Majah) (Mu’jam).

9. Banyak berbuat baik dan sering membaca Alquran. Albukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ, وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلّلَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ اْلقُرْآنَفَلَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أجْوَد بِالَْخيْرِ مِنَالرِّْيحِ اْلمُرْسَلَةِ

Adalah Rasulullah Saw orang yang paling dermawan, lebih dermawan lagi pada bulan Ramadlan yaitu ketika ditemui Jibril. Adalah Jibril pada setiap malam dari Ramadlan mentadarus Alquran kepadanya. Dan sungguh Rasulullah Saw adalah paling dermawan dalam kebaikan dari pada angin yang bertiup. (kebaikannya cepat dan merata).

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB