www.pzu.or.id, Laily, seorang aktifis Pemudi Persatuan Islam cabang Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kini telah menjadi seorang perias di daerahnya,

Setelah dirinya mengikuti program Make Up Beauty Class (MBC) program Umat Mandiri hasil kerjasama PZU dan PT Paragon pada 2019 lalu dan hasil berbagai pengalaman lainnya kini Laily semakin percaya diri membuka jasa make up.

Keinginannya yang kuat untuk menjadi seorang Make Up Artist (MUA) membuat dirinya rela menempuh perjalanan 27 jam untuk sampai kelokasi pelatihan yang bertempat di Jogjakarta. Laily bersungguh-sungguh mengikuti acara tersebut .

Setelah mengikuti pelatihan, Laily semakin percaya diri dengan ilmu yang di dapatkannya juga bekal Pallate yang diberikan pihak PT Paragon secara gratis kepada peserta.

Tidak lama berselang Laily pun mulai menerima orderan make up sedikit demi sedikit, qodrullah di saat tengah merintis karir nya gelombang covid menghantam dan membuat dirinya vakum satu tahun lebih. Namun demikian Laily tak gentar untuk melanjutkan imipannya dan telah kembali membuka jasa rias hingga saat ini.

“Alhamdulillah teh sangat terasa sekali manfaatnya,  Karena memang dari awal kami mewakili Pemudi Persis Sapeken mengikuti MBC kemarin, berangkat dari keprihatinan di bidang rias merias yang mana di Sapeken itu di dominasi oleh laki-laki/waria. Karena tidak sedikit dari calon-calon pengantin yang merasa risih juga  harus dirias sama yg bukan mahromnya,
dan memang seharusnya lebih baik dirias sama perias perempuan” Ujar wanita kelahiran 1991 ini.

Hal itu lah yang memotivasi Laily untuk membuka tata riasa di daerahnya, berharap bisa berdakwah melalui tata rias yang digelutinya.

“Hal itu yg menjadi motivasi kami ikut MBC kemarin, dimana kami bermaksud ingin berdakwah lewat jalan tatarias ini,
berusaha untuk mencoba memahamkan masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom itu dalam Islam tidak dibenarkan
bersentuhan apapun bentuk dan alasannya termasuk dirias oleh yg bukan mahrom,nah itu teh yg sampai sekarang terus
kami upayakan ditengah masyarakat dan lingkungan kami disini”

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Laily karena jam terbang para perias waria ini sudah panjang dengan peralatan yang lebih profesional.

“Tapi kemudian kami menyadari bahwa tidak mudah memang teteh,tiba2 hadir ditengah masyarakat yg memang dari dulu sekali sudah terbiasa di Rias sama laki-laki/waria yang mereka rasa sudah mumpuni,dengan peralatan yang sudah sangat lengkap dengan jam terbang yg tidak ke itung lagi.. Tetapi itu sudah menjadi tantangan buat kami disini”.

Hingga saat ini Laily membuka jasa tatarias untuk anak-anak sekolah, wisuda dan pernikahan.
Bahkan selain bermaksud untuk dakwah ,Laily pun ingin bersedekah dengan memberikan jasa make up secara cuma-cuma tanpa bayaran bagi keluarga pengantin yang tidak mampu.