Cianjur, pzu.or.id – Tim Pos Persis Peduli yang terdiri dari berbagai otonom dan lembaga PERSIS Cianjur hingga Sabtu (26/11/2022), membangunan mushola darurat bagi para penyintas. Mushola tersebut tidak bersifat permanen, hanya alas dan atap menggunakan terpal dengan tiang-tiang dari bambu.

Selain distribusi bantuan, per Jum’at (25/11/2022) ini, tim juga telah mendistribusikan bantuan di lima kecamatan yang terdampak, serta membantu proses kelahiran dari salah satu anggota jama’ah di Cibereum.

“Proses distribusi bantuan logistik masih berlanjut hingga berakhirnya masa tanggap darurat, dan kondisi masyarakat sudah kondusif kembali,” jelas Mochamad Iqbal Fauzi, koordinator data dan informasi tim kepada persis.or.id.

Dengan total penerima donasi sekitar 3.136 KK dengan 12.544 jiwa, bantuan didistribusikan dalam bentuk paket sembako, air mineral, terpal, selimut, baby kit, layanan kesehatan, dan sebagainya.

Sebelumnya, pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB terjadi gempa bumi yang berkekuatan 5,6 M. Mengetahui hal tersebut, Tim Sigab melakukan koordinasi dengan Pimpinan Daerah (PD) PERSIS Kabupaten Cianjur untuk memastikan dampak yang terjadi akibat gempa tersebut.

Setelah assesment awal ditemukan dampak yang cukup parah. Oleh karena itu, Sigab dan PD PERSIS Cianjur beserta otonom serta lembaga lain melakukan rapat koordinasi untuk membentuk tim Pos Persis Peduli Tanggap Darurat.

Di hari kedua setelah gempa terjadi, telah berdiri Pos Persis Peduli di Komplek PPI 04 Cianjur, dan langsung melaksanakan kegiatan asessment yang dibantu oleh tim Sigab dari berbagai daerah.

“Oleh karena itu, mohon do’a dan dukungannya untuk pemulihan dampak gempa bumi Kabupaten Cianjur ini,” harapnya.

Salah satu titik yang menjadi lokasi pendistribusian yakni Dusun Kedung Girang RT 01 RW 03, Desa Sukamanah, Cugenang, terdapat camp penyitas yang berlokasi di Lapang Sarbini yang terdiri dari 125 KK dan 350 jiwa.

Di sana selain membangun mushola darurat, dilakukan pula distribusi air mineral, beras, pakaian, pembuatan MCK, pipanisasi, serta dukungan psikologis bagi anak-anak penyitas.

“Untuk yang ingin memberikan donasinya, tim posko saat ini tidak menerima bantuan pakaian layak pakaian karena sudah overload dan sedang didistribusikan,” tambahnya.

 

Sumber: www. persis.or.id