Dr. Haris Muslim

 

Cinta adalah anugerah, cinta adalah kekuatan. Apa jadinya hidup tanpa cinta ? sayangnya ketika disebut kata cinta, maka konotasi kita tertuju kepada hal-hal yang bersifat kebendaan. Padahal kalau kita cermati, di dalam Al-Qur’an hubungan antara hamba dengan Allah sering diungkapkan dengan bahasa cinta. Bukan hanya ketundukan, kepatuhan, dan keagungan saja.

Kenapa cinta ? sebab jika sudah tumbuh rasa cinta, maka apa yang dilakukan tidak akan menjadi beban. Jika kita cinta pada Allah, maka Allah akan mencintai kita, dan cintaNya maha luas. Jika kita cinta pada Allah, maka apapun yang Allah perintahkan, apapun yang Allah pinta, pasti akan kita laksanakan dan berikan dengan sukarela. Ini lah kekuatan yang maha dahsyat.

Karenanya, manisnya iman hanya akan diraih jika cinta kepada Allah berada diatas segala cinta.

وعن أنس رضي الله عنه عن النبي (ص) قال : “ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله وأن يكره أن يعود في الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يقذف في النار” البخاري : 16، ومسلم : 67 (43).

Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW beliau bersabda : “Ada tiga perkara yang kalau perkara tersebut ada pada diri seseorang, maka ia akan merasakan manisnya keimanan, yaitu mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang lainnya, mencintai seseorang hanya karena Allah, benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan sebagaimana benci kalau dilemparkan ke api neraka” H.r. Bukhari : No. 16 dan Muslim : No. 67 (43).

Akan tetapi cinta tidak sebatas kata-kata, ia perlu bukti. Maka Allah berfirman,

{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ * قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ } (آل عمران : 31-32)

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (Ali Imran : 31-32)

Selain secara umum dibuktikan dengan mengikuti petunjuk Rasulullah SAW. Bukti lain dari kecintaan hamba kepada Allah adalah dengan memperbanyak amalan sunnah (An-Nawafil)

Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, “…dan tidak henti-hentinya seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya, jika Aku mencintanya, maka Aku akan menjaga pendengarannya, penglihatannya, tangannya untuk memegang, dan kakinya yang dipakai berjalan. Jika ia meminta maka Aku akan memberinya, jika ia memohon perlindungan Aku akan melindunginya, Aku tidak pernah ragu akan apa yang Aku lakukan sebagaimana keraguanku kepada diri seorang mukmin yang membenci kematian sedangkan Aku tidak suka menyakitinya” H.r. Bukhari : No. 6502

Ramadhan bulan dimana kita memperbanyak ibadah baik yang wajib atau pun yang sunnah, semoga dengannya kita bisa menggapai cinta Allah SWT.

Wassalam,
Akhukum
~ HM ~

Bersihkan Harta Dengan Zakat

08112222501

info@pzu.or.id