Login

Register

Login

Register

KH Rahmat Najieb

 

Tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan Allah yang sia-sia tanpa guna. Dan tidak ada suatu hukum, undang-undang, dan peraturan yang ditetapkan Allah melainkan di dalamnya terkandung hikmah bagi kehidupan hamba-Nya yang beriman di samping pahala yang besar yang dijanjikan-Nya. Demikian pula dengan kewajiban shiyam pada bulan Ramadlan. Penulis mencoba menggali hikmah-hikmah tersebut. Hikmah berasal dari kata ALHUKMU berarti hukum, ketetapan. Hikmah sering diartikan: kenabian, Alquranul Karim, ilmu pengetahuan, keadilan, kebijaksanaan, fikiran dan pendapat yang bagus, sesuainya hak dengan ilmu dan akal. Sedangkan yang dimaksud dengan hikmah pada judul tulisan ini adalah : “Manfaat, kebaikan, dan keuntungan yang diraih di luar pahala yang ditetapkan Allah.”

Ramadlan penuh hikmah, artinya banyak keuntungan dan manfaat serta kebaikan yang diraih pada bulan Ramadlan di samping pahala yang melimpah yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang beriman, yang melaksanakan ibadah padanya. Hikmah Ramadlan meliputi nilai-nilai yang berharga yang didapat pada bulan itu dan dirasakan pengaruh positifnya terhadap seluruh aspek kehidupan manusia.

Dengan adanya Ramadlan, kehidupan orangorang yang beriman akan meningkat iman dan taqwanya, bertambah ilmu pengetahuan agamanya, bersemangat amalnya, berkualitas ibadahnya. Demikian juga kita akan merasakan politik yang stabil, situasi yang memberikan rasa aman, ekonomi yang mapan, rasa sosial yang meningkat, menambah khazanah budaya, kesehatan yang sempurna, kehidupan sex yang normal.

Rasulullah Saw menjelaskan bahwa pada bulan rahmat ini, pintu surga dibuka, artinya kesempatan untuk beramal terbuka lebar; orang yang berniat shiyam dibangunkan malaikat untuk makan sahur sebelum alarm berdering. Kesabaran menahan nafsu ditingkatkan. Semangat shalat berjamaah bertambah. Fakir miskin dicari untuk disantuni. Amal-amal tersebut diharapkan dapat membuka pintu surga.

Pintu neraka ditutup, artinya Allah menebar maghfirah, malaikat ikut berdo’a menyampaikan pengampunan bagi mereka yang bangun pada malam hari untuk beribadah. Sehingga maghfirah itu mengunci pintu neraka.

Syetan-syetan dibelenggu, artinya bagi orangorang yang beriman kesempatan untuk berbuat maksiat itu sedikit, mereka selalu muraqabah yaitu selalu merasa malu dan takut kepada Allah untuk berbuat bodoh yang akan merugikan diri sendiri. Selama orang mumin itu berdzikir kepada Allah, maka syetan akan lari menjauh.

Pada bulan Ramadlan orang Islam mudah berkumpul di masjid untuk beribadah. Mereka datang bukan hanya untuk shalat Isya dan tarawih berjamaah, melainkan bersedia pula mendengarkan ceramah setiap malam. Para muballigh dan asatidzah pun bersemangat menyebarkan ilmunya, menyampaikan ajaran Islam yang sesungguhnya.

Meteri da’wah yang disampaikan para penceramah sebaiknya tidak hanya menjelaskan ibadah secara khusus, tetapi situasi seperti itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan umat Islam terhadap agamanya. Sehingga mereka yakin bahwa melaksanakan hukum Islam itu merupakan kewajiban. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Saw, beliau memanfaatkan situasi Ramadlan untuk mengatur strategi dan mengajak umatnya berjihad fi Sabilillah.

Sejarah telah membuktikan bahwa Allah banyak memberikan keuntungan bagi kaum Muslimin. Perang Badar yang dahsyat, saat alhaq menghancurkan kebathilan, sebagai bukti kebenaran ajaran Islam, terjadi pada bulan Ramadlan. Kota Makkah, yang sarat dengan berhala, penduduknya terkenal kejam, biadab, amoral ditaklukan dan dibebaskan dari kemusyrikan oleh kaum Muslimin pada bulan Ramadlan. Pada bulan Ramadlan pula bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Pada bulan Ramadlan kesadaran umat Islam tentang agamanya meningkat. Mereka berusaha untuk menjadi orang baik; Kemaksiatan dihentikan–walaupun sifatnya sementara-, para artis bersolek memakai jilbab walaupun tidak menutup aurat dengan sempurna. Stasiun televisi menyiarkan da’wah Islam, mereka berlomba memikat para pemirsa. Toko-toko dan pasar swalayan diubah menjadi kelihatan Islami. Itu adalah sebagian hikmah bulan yang penuh dengan rahmat ini. Tetapi akankah keadaan ini berlangsung selamanya. Kenyataannya tidak, sehabis bulan yang penuh dengan maghfirah ini berlalu, keadaan kembali kepada semula. Kemaksiatan marak lagi. Para artis mulai memamerkan tubuhnya lagi. Semoga hikmah bulan suci ini berpengaruh terhadap kehidupan kita sampai bertemu Ramadlan tahun depan.

Wallāhu a’lam bishawāb

 

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB