KH Rahmat Najieb

 

Ada beberapa ayat yang menunjukkan saat diturunkannya Alquran,

شَهْرُ رَمَضَانَ الذَِّيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ اْلهُدٰى وَاْلفُرْقَانِۚ

Bulan Ramadlan bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Alfurqan (pembeda antara yang hak dan yang bathil). (QS Albaqarah [2] : 185).

اَِّنآ اَنْزَْلنٰهُ فيْ ليْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اَّنا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

Sesungguhya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Dan sesungguhnya Kami lah yang memberi peringatan. (QS Addukhan [44] : 3)

اَِّنا اَنزَْلنْٰهُ فِيْ لَيْلةَِ الْقَدْرِ ١ وَمَا اَدْرٰىكَ مَا لَيْلةَُ الْقَدْرِ ٢ۗ ليَلْة اْلقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اْلفِ شَهْرٍۗ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada laylatul qadar. Tahukah kamu, apa laylatul qadar itu? Laylatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. (QS Alqadar [97] : 1-3).

اِنۡ كُنۡتُمۡ اٰمَنۡتُمۡ بِاللّٰهِ وَمَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلٰى عَبۡدِنَا يَوۡمَ الۡفُرۡقَانِ يَوۡمَ الۡتَقَى الۡجَمۡعٰنِ‌ ؕ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al-anfal [8] : 41)

Ketiga ayat di atas menerangkan bahwa Alquran diturunkan pada laylatul qadar, di bulan Ramadlan, pada malam yang penuh dengan barokah. Sedangkan pada QS Al-anfal dijelaskan bertepatan dengan hari Alfurqan yaitu hari bertemunya dua pasukan (pasukan Muslim dan pasukan Kafir) pada perang Badar. Menurut ahli sejarah perang Badar itu diperkirakan terjadi pada siang hari tanggal 17 Ramadlan tahun kedua Hijrah, hari itu bertepatan dengan saat diturunkannya Alquran.

Yang dimaksud pada QS Albaqarah, Alqadar dan Addukhan adalah Alquran yang pertama kali diturunkan yaitu Surah Al-’alaq ayat satu sampai dengan lima, ketika itu Rasulullah Saw menerimanya sedang bertahannuts di gua Hira Makkah. Sedangkan pada QS Al-anfal tidak jelas ayat mana yang dimaksud, sebab laylatul qadar itu malam hari dan perang Badar siang hari.

Alquran itu diturunkan oleh Allah secara berangsur-angsur selama 22 tahun dua bulan dan 22 hari (atau 23 tahun). Saat diturunkannya bermacammacam tidak pada bulan Ramadlan saja, tidak malam hari saja, dan tidak tetap pada satu tempat atau keadaan tertentu saja.

Bila awal turunnya Alquran itu diperkirakan pada tanggal 17 Ramadlan, berarti laylatul qadar itu pada tanggal tersebut. Hal ini akan bertentangan dengan hadits shahih yang menjelaskan bahwa laylatul qadar itu pada malam sepuluh terakhir di bulan Ramadlan, antara tanggal 21 sampai dengan tanggal 29 atau 30. Imam Albukhari meriwayatkan

عَنْ عَاِئشَةَ رضي الله عَنْهَا أنَّ رَسُوْلَ الله ص قال “تَحرَُّوْا لَيْلَةَ اْلقَدْرِ في اْلوِتْرِ مِنَ اْلعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Dari Aisyah r.a, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Carilah laylatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh terakhir di bulan Ramadlan.”

Tidak ditemukan dalil yang menyatakan bahwa umat Islam diperintah untuk memperingati hari turunya Alquran. Rasulullah Saw dan para shahabatnya tidak pernah memberi contoh merayakan atau mengadakan upacara peringatan Nuzulul Quran. Ada juga sebuah riwayat al-Bukhari, yang menyatakan bahwa ada seorang yahudi yang mengusulkan kepada Umar bin Khattab r.a agar merayakan atau memperingati hari turunnya Alquran ayat terakhir (QS Almaidah [5] : 3) yang bertepatan dengan tanggal sembilan Dzulhijjah). Tetapi usul tersebut ditolak, sebab merupakan ibadah tambahan dengan tujuan ingin mendapat pahala dari hasil pekerjaannya. Maka yang demikian itu hukumnya bid’ah.

 

 

Open chat
1
Assalamualaikum Wr WB